Posted 04. Aug, 2009 in Uncategorized
1 hal lagi yang gak bakal aku bisa lupain atopun abaikan begitu saja. yaitu saat ayahku meninggal aku tak ada satupun pihak dari keluarga mengabari aku. aku tau dari tetanggaku. aku langsung ke rumah ayah. setiba disana aku hanay bisa melihat dan menagis serta berdoa. setelah itu aku mencoba menenangkan diri duduk di luar rumah. begitu banyak orang yang melayat. tapi distu aku seperti orang lain bahkan kalo dipikir aku seperti sampah yang gak bisa di daur ulang. taka ada 1 orangpun dari keluarga ayahku yang menyambutku ato bertanya padaku. pada saat acara pemnadian pun aku duduk diluar rumah padahal aku pengin baget melihat wajah ayahku untuk terakhir kalinya. waktu itu aku bener2 gak dianggap. gak ada 1 orangpun yang menyuruh aku untuk melihat ayahku/ gmana. emangnya aku lahir tanpa org tua?. acara disolatkan aku mengiring ke masjid paling terakhir di blakang. ya allah batinku sakit sekali kenapa gak 1 org pun yg menggangap aku anak. sesampe dimasjid ada seorang nenek tua menanyain ke aku kenapa aku menagis begitu banyak mengeluarkan air mata dan menanyakan aku ini anak siapa? trz aku jawab aku menangis pertama mualai hari iniĀ aku sudah jadi anak yatim, kedua aku menangis karana tak ada 1 pihak keluargapun yang mau menyambut, memberi kabar/menenangkanku atas kepergian ayahku. dan aku terpaksa mengasingkan diri diluar rumah, dan aku jwb lagi kalo aku adalah anak dari H. Aminudin yang sekarang mau disolatkan di masjid. nenek itu keliatan kaget dan langsung menyuruhku ikut menyolatkan. dalam solat aku tetep ga bisa tenang, air mata terus menetes. setelah disolatkan aku ikut kepemakaman disana aku kaya gitu juga. disampingku ada naka N cucu dari ayahku. tapi mereka ga nanya 1 katapun ke aku, padahal mereka tau kalo aku juga anak dari ayah mereka. ya allah……….. kenapa engkau cabut nyawa ayahku dulu, bukanya aku. apalagi cucu ayahku anak laki dia begitu sombong ke aku ketemu aja ga mau nanya, mentang2 dia kaya dan punya. aku ga dianggap sodara.